Liputan6.com, Mataram: Ratusan massa yang tergabung dalam Majelis Mujahidin dan Laskar Mujahidin, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (16/1), menggelar unjuk rasa di dua restoran cepat saji, yaitu Kentucky Fried Chiken dan McDonald. Tujuan mereka adalah memprotes sikap brutal Israel di Jalur Gaza.
Massa bergerak dari Masjid Raya Mataram menuju Mataram Mal untuk menyegel dua restoran itu. Namun mereka dihadang aparat keamanan saat memasuki halaman mal. Akhirnya mereka hanya berorasi di depan mal. Sebelumnya, massa sempat berdialog dengan manajer restoran dan menyampaikan maksud berunjuk rasa. Usai berdialog, massa melempar telur busuk ke baliho reklame KFC.
Dalam aksinya, massa juga menghimbau warga Mataram untuk memboikot semua produk Amerika Serikat. Massa lantas membubarkan diri dengan tertib setelah menggelar aksinya.(OMI/Adhar Hakim dan Rony Setiawan)
Selengkapnya...
Protes Israel, KFC Dilempari Telur Busuk
Warga Gaza Terperangkap di Tengah Perang
Warga Gaza Terperangkap di Tengah Perang
Liputan6.com, Gaza: Israel terus melancarkan serangan ke Gaza di tengah upaya diplomasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mediasi Mesir untuk memaksa Israel dan Hamas menerima proposal gencatan senjata selama 10 hari. Sepanjang waktu, militer Israel hampir tak henti menggempur Gaza bahkan di kala malam.Serangan israel mengganas ketika matahari terbit. Pertempuran hebat meletus ketika pasukan darat Israel merangsek ke daerah permukiman penduduk di pinggiran Gaza. Hingga agresi hari ke-20 pada Kamis (15/1), total korban warga Palestina diperkirakan lebih dari seribu orang termasuk perempuan dan anak-anak.
Juru runding Hamas, Salah Bardawil, mengisyaratkan akan menerima usulan Mesir untuk menggelar gencatan senjata selama 10 hari di Gaza. Namun untuk gencatan senjata permanen, hamas tetap mensyaratkan penarikan mundur tentara Israel dari Gaza, pencabutan blokade, dan pembukaan pintu perlintasan. Israel sendiri belum menanggapi inisiatif gencatan senjata tersebut.
Gempuran Israel ke Kota Gaza membuat ribuan warga terjebak dalam kepungan bom dan tidak bisa keluar. Salah satunya karena Mesir belum membuka pintu perbatasannya dengan Gaza. Reporter SCTV Mauluddin Anwar dan Yon Helfi melaporkan pintu perbatasan di Raffah, Mesir, masih tertutup. Konvoi pengangkut bantuan terlihat mengular. Begitupun kerumunan warga Palestina yang hendak mengungsi ke Mesir.
Warga Rafah sendiri mengaku sedih melihat saudara mereka semasa muslim dibantai. Salah seorang warga Raffah, Omar Abduh Husein, mengaku baru kali ini melihat perang yang teramat dahsyat antara mesin perang canggih Israel melindas warga Palestina yang tak bisa melawan.
Namun Omar dan warga Raffah lainnya hanya bisa menyaksikan. Tak bisa berbuat apa-apa. Dia berharap dunia internasional khususnya bangsa Arab bersatu padu membantu Palestina dan mendesak Israel menghentikan kekejamannya. Pemerintah Mesir juga diharap membuka pintu perbatasan tanpa syarat sehingga warga Palestina bisa mengungsi dan bantuan dapat mengalir ke Gaza.(TOZ)
Selengkapnya...
Namun jangan terlalu berpikir jauh, sebab karena disesuaikan dengan kemampuan anak SMP, maka lomba ini tidak menuntut peserta untuk membuat robot mereka sendiri. Melainkan hanya untuk membuat software yang nantinya dapat dijalankan ke dalam robot yang telah disediakan pihak panitia.
Selain itu, panitia juga tidak melepas peserta begitu saja, karena sebelumnya peserta diberikan pembekalan dasar bagaimana pembuatan program tersebut dan cara penerapannya di sebuah robot.
Pasalnya, seperti dikatakan Marketing Manager Robotika Explorer Jully Tjindrawan, acara ini tak hanya sebatas untuk berkompetisi, tetapi juga untuk memperkenalkan ilmu robotika dan memberi pemahaman cara kerja robot yang terdiri dari mekanika, elektronika dan kecerdasan buatan.
Ajang ini berlangsung di Senayan Trade Center dan diikuti oleh 10 sekolah menengah pertama yang semuanya berasal dari Jakarta. "Peserta ini tergolong sedikit. Ini karena persiapan kami mepet cuma tiga hari dan sekarang juga sedang musim ujian," ujar Jully di STC Jakarta, Kamis (18/12/2008).
Selengkapnya...
Korut Sayangkan Bush Bisa Hindari Sepatu
Hal itu ditulis Minju Chosun dalam kolom komentar berjudul: "Penghinaan yang Sangat Layak". Dikatakan media tersebut, sangat disayangkan karena Bush bisa menghindar dari lemparan sepatu tersebut.
"Jika tidak, dia (Bush) akan mendapatkan wajahnya di-print dengan sol sepatu kotor itu," tulis media yang dioperasikan oleh pemerintah negeri komunis itu seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/12/2008).
Muntazar al-Zaidi, wartawan Irak melemparkan dua sepatunya ke Bush pada konferensi pers di Baghdad, Irak pada 14 Desember lalu. Zaidi langsung ditangkap usai insiden itu.
Bush sendiri tidak tampak tersinggung ataupun marah dengan tindakan Zaidi. Pemimpin negara adikuasa itu terlihat santai dan bahkan sempat bercanda dengan mengatakan bahwa sepatu tersebut berukuran nomor 10.
Selengkapnya...
BreadTalk, Bintang Zero, dan Hoka Hoka Bento Haram
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan tiga produk makanan dan minuman yang selama ini berada di tengah-tengah masyarakat tidak halal. Ketiga produk itu adalah Breadtalk, Bintang Zero, dan Hoka Hoka Bento.
Hal ini disampaikan Sekjen MUI Din Syamsuddin yang didampingi Ketua LPPOM (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Obat-obatan/kosmetik dan Makanan) MUI Aisyah Girindra dalam jumpa pers di kantor MUI di kompleks Masjid Istiqlal, Jl. Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Selasa (8/3/2005).
Menurut Din, Breadtalk dinyatakan tidak halal, karena sampai sekarang belum mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. ""Mui menyatakan belum ada status halal terhadap produk Breadtalk," kata Din.
Hal yang sama juga berlaku dengan Hoka Hoka Bento. "Produk Hoka Hoka Bento tidaklah halal, karena belum mendapatkan sertifikat halal. Yang demikian itu masuk ke dalam syubhat," ujar Din.
Sedangkan untuk produk Bintang Zero yang dalam iklannya menyebutkan mengandung 0% alkohol, Din menegaskan bahwa produk itu haram. "Bintang Zero 0 % alhokol, menurut LP POM MUI tidaklah halal. Bahkan, setelah diteliti, barang itu tetap mengandung khamar. Jadi, dengan sendirinya tetap dintyatakan haramm," kata Din.
Din menyesalkan perusahaan produsen Bintang Zero yang melakukan trik-trik iklan yang dilakukannya dengan mengatakan mengandung 0% alkohol. "Ini ada trik-trik iklan untuk pembentukan opini masyarakat. Karena itu, MUI merasa bertanggung jawab dan dengan ini menyatakan bahwa produk Zero Bintang itu adalah haram," tegasnya.
Selanjutnya, Din mengimbau kepada umat muslim agar bersikap kritis dan jeli dalam mengkonsumsi produk makanan yang belum jelas kehalalannya. "Ini kita imbau agar masyarakat tidak terjebak terhadap upaya manipulasi," ujarnya.
Din menyadari selama ini sosialisi dari MUI untuk membangkitkan daya kritis masyarakat dalam mengkonsumsi produk-produk makanan memang kurang maksimal. "Karena itu, dalam waktu dekat, rencananya setiap satu bulan sekali, MUI akan melakukan sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat dalam memilih produk-produk yang belum jelas kehalalannya," kata Din.
Sementara Aisyah Girindra meminta kepada semua perusahaan yang memegang sertifikasi halal MUI untuk menuliskan nomor sertifikat halal dalam label kemasan. Hal ini untuk mengantisipasi adanya praktek manipulasi dari perusahaan makanan yang mengklaim secara sepihak bahwa produknya halal.
"Dengan demikian, nantinya dapat dibedakan antara label halal yang memiliki sertifikat MUI dan label halal tanpa sertifikat MUI," demikian Aisyah.
Sumber: swaramuslim.com
Selengkapnya...

