Islam datang ketengah-tengah kehidupan manusia adalah untuk menuntun manusia menuju Allah, Tuhan semesta Alam, Tuhan yang Maha Suci, Tuhan yang Maha Mulia, Maha Tinggi, Maha Adil, Maha Perkasa, Maha Bijaksana, Tuhan yang Maha Terpuji, seluruh pujian hanya untukNya. Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang. Allah Tuhan pemilik seluruh Alam, Allah Tuhan yang Maha Esa, Tuhan pemilik Ars yang Agung, Tuhan langit dan bumi, tiada sekutu baginya.
Alif, laam raa.(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (QS. Ibraahiim[14]: 1)
Bila manusia mau sejenak berfikir asal muasal dirinya dari setitik sari pati tanah, yang berupa air mani yang sangat lemah, atau merenungi keberadaan dirinya di tempat yang terasing, ditengah tengah belantara alam raya, diatas sebuah bola bumi yang didalamnya terkandung api magma, dan menyadari berbagai banyak bahaya yang mengancamnya setiap saat tanpa bisa menghindar, maka seharusnya manusia mampu memahami siapa dirinya. Makhluq lemah yang tiada berdaya.
Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya). (QS. Sabaa'[39]: 9)
Ketika manusia naik sebuah kendaraan, setidaknya ada prasarat khusus yang menjadikan dia senang dan tenang menaiki kendaraan itu, dan tujuannyapun tentu sesuatu yang diharapkan akan menyenangkan pula.
Kita sedang diatas bahtera bumi, kita perlu bertanya kemana sebenarnya bahtera bumi ini sedang berjalan, dan bagaimana pula kita kita dapat merasa senang dan aman diatasnya ?, sebuah bahtera besar yang sedang mengarungi belantara angkasa yang sangat luas.
Banyak manusia yang menderita kesusahan ketika sedang berada di atas bahtera bumi yang sedang mengarungi angkasa. Karena tidak mengetahui kenapa dia ada diatas bahtera bumi. Kesedihan dan kesusahan sering mewarnai manusia-manusia yang sedang berada diatas bumi, ternyata mereka-mereka adalah orang-orang yang tidak memahami keberadaan mereka ada di muka bumi.
Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. (QS. Al-Israa': 43)
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. Al-Israa': 44)
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. Adz-Dzaariyaat: 56)
Ternyata aktifitas utama hidup di atas bahtera bumi adalah untuk menyembah dan mengagungkan Allah Tuhan Yang Esa, Maha Mulia, Maha Agung, Maha Suci dan Maha Terpuji. Bukan hanya sekedar beraktifitas memakmurkan bumi dengan menikmati lezatnya ilmu dan teknologi. Sependek apapun atau sepanjang berapapun lama kita hidup di atas bahtera bumi, aktifitas utama manusia adalah menyembah dan bertasbih mengagungkan Allah.
Waktu-waktu ibadah khusus dan bertasbih kepada Allah adalah waktu-waktu yang paling berharga selama manusia hidup di atas bahtera bumi, dan Sunnah-sunnah Rasulullah Muhammad SAW, serta syariat Islam adalah jalan-jalan nyata didalam melestarikan kehidupan manusia untuk selalu melaksanakan tugas utama, hidup didalam kesucian jiwa dan keadaan jiwa yang selalu senang menyembah dan bertasbih mengagungkan Allah.
Andaikan seluruh manusia mengetahui dan menyadari hal ini tentu mereka senang untuk mengutamakan tugas-tugas utama ini dan tugas-tugas yang lain pasti akan berjalan dengan penuh kelancaran dan kedamaian.
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, ........(QS. Al-A'raaf: 96)
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl: 97)
Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya (al-Qur'an) , niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka......... (QS. Al-Maaidah: 66)
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Yuunus: 62)
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. (QS. Yuunus: 63)
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS. Yuunus: 64)
.......................dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang. (QS. Thaahaa: 130)
Namun ternyata banyak manusia yang hidup di atas bahtera bumi ini dengan cara kebodohannya tanpa mau mengikuti petunjuk-petunjuk Allah. Walhasil kehidupan dimuka bumi menjadi kehidupan yang menyusahkan, menakutkan dan menyengsarakan.
Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku(Allah), maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (QS. 20:124)
Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam kadaan kacau balau. (QS. Qaaf: 5)
Katakanlah:"Dia yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian) kamu kepada keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya). (QS. Al-An'aam: 65)
Ketika manusia-manusia meninggalkan aktifitas utama yang diwajibkan untuk mereka, dan mengabaikan bimbingan Allah, maka mereka hidup menderita dan menyusahkan diri Susah.... susah.... dan ....susah....,
Hidup susah, mati susah, di akherat susah, susah....susah...susah. Jadi orangtua susah.... jadi anak susah….jadi pejabat susah.... jadi rakyat susah.... jadi pengusaha susah…. Jadi buruh susah….. jadi….. serba susah……. Terus menerus ….susah…..
Dibutuhkan kesadaran bersama untuk kembali kepada bimbingan Allah dan bersyukur dengan menjalani bimbingan Allah yang Maha Bijaksana, Allah Maha Pengasih dan Penyayang kepada seluruh makhluqnya. Allah Tuhan pencipta semesta Alam, yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.
FRom : mta-online.com
Selengkapnya...
Menemukan rasa Bahagia di jaman susah
Lulus SMA, Prinsip mulai dikuatkan
Kualitas seseorang adalah bukan suatu standar dan tidak bisa dijadikan sebagai ukuran. Orang ini dikatakan memiliki kualitas terbaik, tapi kenyataannya ada yang lebih baik. Baik disini relatif dan akan selalu ada pembandingnya. Semisal, kuliah di Jogja, bagi yang mau melanjutkan kejenjang yang lebih lanjut.
Pertama saya akan berpikir dan berbicara secara objektif tidak memihak pihak lain. Saya ulang, semisal kuliah di Jogja. Saya kira pemikiran seseorang jika akan memasuki suatu peningkatan atau perubahan dalam rutinitas hidup, ia akan mulai berfikir dan menyiapkan mental (beradaptasi). Sama halnya dengan para siswa SMU MTA yang mau lulus dan berfikir untuk melanjutkan studi kejenjang berikutnya. Kuliah adalah suatu yang dewasa bagi mereka, bahkan melihat mahasiswa saja terkadang mereka terkesan, bagi yang belum pernah bersinggungan dengan yang namanya mahasiswa. Padahal mahasiswa yang dikagumi itu kualitasnya belum tentu sebaik yang ia bayangkan. Ia membayangkan seorang mahasiswa itu dewasa, pinter, berani, intelek, suka membela kebenaran dan keadilan. Apalagi ditambah suka berdebat dengan para petinggi2 negara dan disekolahkan ke luar negri karena mendaftar bea siswa. Anak2 SMA yang baru lulus akan bilang “Waaah…keren!” Berawal dari mimpi. Kalau sudah berbicara mimpi adalah sebuah privasi, tidak dipengaruhi oleh ide atau pemikiran orang lain, entah itu bapaknya ataukah kakaknya yang sekarang menjabat sebagai “mahasiswa abadi”. Ada banyak pilihan kuliah, dikota-kota besar yang menyajikan berbagai universitas baik negeri maupun swasta dengan segala macam prestasi, keunggulan dan fasilitasnya. Pada dasarnya kuliah dimanapun sama, di Jogja tidak lebih baik dari di Solo, di Solo pun tidak lebih baik dari di Surabaya, Surabaya pun tidak lebih baik dari Semarang, Semarang pun tidak lebih baik dari Bandung, Jakarta dan akhirnya kembali ke Jogja lagi. Tour de Djogja. Semua berawal dari mimpi individu yang ditelorkan dari buah pemikiran, pengalaman dan komitmen diri. Pemikiran seusia SMA yang baru lulus mungkin agak susah mencerna lebih detail tentang sebuah mimpi. Yang saya maksud mimpi bukan sekadar abang-abang lambe tapi mampu dijadikan sebagai motivator bagi diri untuk menggapai cita-cita. Ingat cita-cita tidak terbatas pada dokter, pilot, guru dan sebagainya, melainkan banyak pilihan, silakan eksplor diri untuk mendapatkan sebuah mimpi. Jika mindset sudah dirubah lalu dihujamkan dalam hati maka secara otomatis seluruh tubuh akan merespon terhadap apa yang dipikirkan otak kedepan.
Sekali lagi Jogja tidak lebih baik dari manapun, tergantung persepsi masing2 individu. Banyak isu yang menyebutkan bahwa Jogja adalah kota pelajar, dimana gudangnya orang ”pinter”. Namun kenyataannya banyak ditemukan orang-orang yang musti dikasihani karena untuk makan sehari saja kurang dan pekerjaanya menengadahkan tangan ditepi jalan, hidup di emperan toko, tidur berselimut kegundahan dan bekerja tiada jaminan. Ibadahpun sudah secara otomatis tidak terjaga. Itu Jogja dari sisi gelapnya, tapi masih banyak sisi terangnya.
Yang pertama, pikir baik-baik. Harus kemanakah aku melanjutkan langkahku? Apa seeh yang cocok dengan diriku? Boleh pilih sesuai dengan selera. Namun jika Allah menempatkan kita ditempat atau jurusan lain, itu mah perkara lain..?! musti diterima dengan ikhlas. Selami diri lebih jauh untuk menimbang-nimbang universitas mana dan jurusan apa yang akan saya ambil. Pada dasarnya semua ilmu itu sama, dan tidak ada ruginya sebuah ilmu dipelajari asal ditekuni dan digeluti dengan serius. Semua itu ilmu Allah, ilmu dunia yang diberikan Allah sebagai sarana untuk mengabdikan diri padaNya. Tidak jarang seorang fotografer lebih kaya dari seorang dokter. Apalagi seorang pedagang yang lebih kaya dari seorang PNS, banyak. Semua itu tidak menjaminan untuk menjadikan kualitas seorang manusia kecuali agama, apalagi kekayaan. Tidak bisa semua ilmu terakumulasi pada satu orang, yang ada seseorang akan membutuhkan orang lain yang mempunyai ilmu berlebih atau sesuai dengan bidangnya untuk membantu permasalahannya. Semua sudah diukur dan diatur oleh Allah.
Poin terpenting adalah, dalam kita menjajaki dan menceburkan diri dalam suatu proses pembelajaran, entah itu kuliah atau dan lain sebagainya, tidak melupakan tugas utama, yakni menghambakan diri pada-Nya dan dengan menolong agama Allah. Inilah yang musti mendapat perhatian khusus. Sekolah sambil berdakwah, boleh... dengan menunjukkan kesantunan akhlaq kala bersosialisasi dengan seseorang. Kuliah sambil ngaji, boleh juga... karena merasa masih butuh tambahan ilmu yang menguatkan iman dalam mengarungi masa perkuliahan, jadi alangkah tepatnya jika kuliah sambil ngaji. Nah... yang jadi permasalahan sekarang adalah, dimanakah saya musti mencari universitas dimana disana ada lingkungan yang mendukungku dalam hal penguatan iman dan tugas utamaku sebagai manusia terhadap Rabb ku. Di luar negeri?! Boleh juga, silakan! tidak ada batasan dalam mencari ilmu, asal demi kebaikan, it’s ok. Karena ini menjadi suatu hal yang esensial bagiku. Semisal seperti itu komitmen dalam diri seorang siswa SMA MTA yang baru mau lulus. Good luck for us!
Selengkapnya...
